Search

a

Content

Ducati Pecat Nicky Hayden, MotoGP Bakal Kehilangan


Ketidakpastian menghampiri Nicky Hayden, yang terpaksa harus meninggalkan Ducati setelah menuai keterpurukan dalam beberapa musim terakhir. Pic by Brian Nelson

Akhir pekan ini bisa saja menjadi saat terakhir Nicky Hayden untuk membalap di Laguna Seca, karena pembalap asal Kentucky, Amerika Serikat tersebut telah kehilangan pekerjaan sebagai seorang pembalap Ducati di kejuaraan MotoGP.

“Saya tak akan membalap lagi bersama Ducati di MotoGP tahun depan,” aku Hayden dalam konferensi pers  Hari Kamis (18/7) yang ironisnya, digelar di Laguna Seca, sirkuit dimana ia meraih dua kali kemenangan.

Ducati diyakini memecat Nicky Hayden dikarenakan tim asal Bologna itu mencari wajah baru. Maklum saja, Hayden sudah menjalani lima musim menunggangi motor Desmosedici. Namun hasil yang didapatnya jauh dari harapan petinggi Ducati. Hayden gagal memenangkan satu balapanpun sejak musim 2009 bergabung di Ducati. Selain itu ia tercatat hanya mampu berdiri di atas podium sebanyak 3 kali. Bahkan Hayden tak mampu meraih satupun podium dalam dua musim terakhir.


Timeline Podium Nicky Hayden


2003
2 podium
2004
2
2005
6
2006
10
2007
3
2008
2
2009
1
2010
1
2011
1
2012
0
2013
0


“Situasinya tak mudah untuk saat ini. Mereka (Ducati) memilih untuk melalui jalan lain,” kata Hayden yang memenangkan gelar juara dunia pada musim 2006. Kala itu Hayden hanya memenangkan dua race dalam semusim. Namun konsistensi untuk menyabet 10 podium membuatnya bisa mengalahkan Valentino Rossi dalam perburuan titel juara dunia.
“Tahun pertama rasanya bagaikan mimpi,” kenang Hayden.

Tetapi tahun terakhir bagaikan mimpi buruk...

Sekarang Ducati meninggalkan Hayden dalam ketidakpastian. “Saya benar-benar tidak tahu bagaimana masa depan saya. Ada beberapa hal yang menarik bagi saya. Untuk (prospek membalap  di) MotoGP kelihatannya tidak begitu baik. Ada 12 motor pabrikan dan kebanyakan sudah terisi,” keluhnya.


Karir Nicky Hayden di MotoGP


2003-2008
Honda Racing Corporation
2009-sekarang
Ducati Corse


Nicky Hayden dikabarkan tengah bernegosiasi dengan sejumlah tim agar ia bisa membalap di World Superbike (WSBK). Meski Ducati memecatnya sebagai rider MotoGP, namun rumor mengatakan bahwa Hayden memiliki kemungkinan besar untuk membalap bersama Ducati di ajang WSBK.

Ketika ditanya apakah ia masih ingin bertahan di MotoGP dengan hijrah ke tim lain, Hayden, yang memenangkan juara dunia bersama tim Repsol Honda,  malah membuat lelucon di konferensi pers. “Saya tak yakin tim Repsol Honda akan kembali merekrut saya,” ujarnya dengan gelak tawa.

Hayden mengisyaratkan kalau dirinya tak tertarik untuk menjadi rider CRT ataupun membalap dengan motor berbasis produksi pada musim 2014. Pembalap berusia 31 tahun itu mengatakan, “MotoGP adalah pertunjukan balap terbesar, dan MotoGP punya tempat di hati saya. Namun saya tidak ingin cuma sekedar membalap untuk mencoba mendapatkan poin. Saya masih mencintai balapan motor dan rasanya saya masih bisa memberikan banyak hal. Saya akan mencoba untuk menemukan rumah baru. Tiada seorangpun yang ingin dipecat, tetapi inilah yang terjadi. Kami ingin mengakhiri musim ini dengan pencapaian setinggi mungkin. Hasil yang bagus mungkin akan memperbaiki situasi.”

Nicky Hayden talking with the press
Tetapi dia masih bisa tersenyum...

Walau berada dalam situasi sulit, namun Hayden masih bisa tegar dan bercanda tawa. Kepribadian seperti itulah yang membuatnya memiliki banyak penggemar, terutama di Amerika. Tak diragukan, kepergian Hayden dari MotoGP akan dirindukan dan diprediksi bakal berpengaruh besar pada jumlah penonton GP Amerika yang diselenggarakan pada tiga sirkuit yang berbeda tiap musimnya.

“Jangan merasa kasihan pada saya. Tak apa. Saya masih hidup,” kata Nicky Hayden sambil tersenyum.


Sementara itu...
Petinggi Ducati, Paolo Ciabatti, mengonfirmasi bahwa Nicky Hayden memiliki kesempatan untuk mengendarai motor Panigale di WSBK. "Kami ingin mempertahankan Nicky di Ducati. Kami memiliki sejumlah pilihan yang telah kami diskusikan, termasuk opsi untuk membalap di World Superbike. Kami sudah memulai diskusi sejak di Jerman. Sekarang merupakan saat-saat yang rumit, namun kami akan mencoba untuk mengatakan yang sebenarnya kepada para pembalap sehingga mereka akan mengetahui kemungkinan apakah yang akan terjadi tahun depan." jelas Ciabatti seperti dikutip MCN.
Full Tale

Jorge Lorenzo: Kini Honda Tak Memiliki Kelemahan Apapun

Jorge Lorenzo siap terbang ke Laguna Seca untuk menjegal dominasi Honda

Dani Pedrosa dan Jorge Lorenzo akan mencoba untuk berpartisipasi pada balapan MotoGP Amerika Serikat yang bakal diselenggarakan di Sirkuit Mazda Raceway Laguna Seca pada akhir pekan ini. Dokter telah memperingatkan kalau penderita cedera tulang selangka seharusnya beristirahat dan tidak mengikuti race untuk sementara waktu, namun ahli medis menyerahkan keputusan final kepada para pembalap. Mengapa Pedrosa dan Lorenzo nekat untuk mengambil resiko besar untuk comeback ke Laguna Seca yang dikenal sebagai sirkuit yang sangat sulit? Karena Marc Marquez kini mengambil alih pimpinan klasemen sementara. Tak hanya itu, perebutan gelar juara dunia semakin terbuka. Apalagi, Valentino Rossi yang saat ini berada di posisi kelima, hanya terpaut 37 poin dari Marquez.

Jorge Lorenzo adalah pembalap yang paling banyak mendapatkan tekanan untuk mempertahankan titel juara dunia. Apalagi, ia mengetahui pasti bahwa Honda kini bisa menghilangkan kelemahan yang mereka punya. Berbicara dengan publikasi CycleWorld, Jorge Lorenzo menjabarkan kelemahan apa saja yang sudah berhasil dibenahi oleh Honda yang membuat Yamaha semakin harus bersikap waspada.

“Masalahnya adalah bahwa Honda sudah memperbaiki titik kelemahan mereka,” kata Jorge Lorenzo. “Pada beberapa balapan sepanjang musim 2009, mereka sudah bisa meningkatkan kecepatan, karena sebelumnya, ban belakang mereka terlalu banyak mengalami sliding. Honda sudah menyelesaikan masalah ini, jadi sekarang mereka bisa tampil lebih kompetitif. Sekarang, kelihatannya mereka tak memiliki kelemahan apapun.

KLASEMEN SEMENTARA

Marc Marquez
138
Dani Pedrosa
136
Jorge Lorenzo
127
Cal Crutchlow
107
Valentino Rossi
101


“Biasanya, ban depan bisa bekerja baik buat motor Yamaha. Terkadang, kami harus membalap dengan agresif saat berakselerasi agar ban belakang memiliki temperatur yang cukup. Jika kami membalap terlalu smooth, maka akan sangat sulit untuk mendapatkan suhu yang cukup untuk memanaskan ban. Ketika keluar dari sebuah tikungan, kami tidak akan memiliki grip dan kecepatan kami akan melambat. Ini membuat suhu ban makin dingin, dan hal ini terjadi secara terus-menerus. Casey Stoner (saat membalap bersama Honda) sangat lihai dalam hal ini. Dia memiliki kepercayaan diri untuk memanaskan ban dengan sangat baik.

“Ketika kami (Yamaha) berakselerasi, motor kami masih berada dalam sudut kemiringan tertentu. Kami tidak memiliki kesempatan untuk menegakkan motor kami. Namun saat pembalap Honda berakselerasi, mereka bisa menaikkan motor mereka dengan sangat cepat dan lincah. Mereka dapat melakukan hal tersebut dengan sangat, sangat cepat.

“Honda selalu berkonsentrasi untuk mengembangkan mesin, sementara Yamaha fokus untuk mengembangkan rangka motor. Saat Honda ingin membenahi kecepatan, mereka bisa membuat mesin yang lebih bertenaga. Ketika Yamaha ingin berbenah, mereka akann membuat rangka yang lebih baik. Karena hal ini, mesin Honda selalu bisa melaju lebih kencang ketimbang kepunyaan Yamaha.”

Full Tale

MotoGP Jerman: Drama Terjadi Sejak Hari Pertama

Drama kembali menghampiri akhir pekan balapan MotoGP usai Jorge Lorenzo terjatuh di sesi latihan bebas kedua GP Jerman yang membengkokkan pelat titanium yang ditanam pada cedera tulang selangka yang dideritanya akibat terjatuh hebat di Assen. Kini kondisi cedera yang dialami Lorenzo harus mengurungkan niatnya untuk berpartisipasi dalam race di Sachsenring. Malam ini ia bakal terbang ke Barcelona untuk menjalani operasi, dan hingga kini belum diketahui kapan rider Yamaha itu bisa kembali turun ke lintasan. Mengingat cedera tulang selangka memerlukan proses penyembuhan yang relatif lama, partisipasi Lorenzo pada balapan Laguna Seca yang dihelat pekan depan menjadi diragukan. "Saya akan kembali membalap secepat mungkin, namun saya harus fokus untuk memperbaiki kerusakan pelat pada cedera saya," kata Lorenzo yang terjatuh di Tikungan ke-11 yang merupakan tempat dimana para pembalap berbelok ke kanan setelah melalui serangkaian tikungan ke kiri.

Tikungan tersebut memang sangat menantang. Para pembalap dituntut untuk menikung pada kecepatan tinggi dan diharuskan merebah dengan sudut tajam. Tak hanya itu, T11 merupakan sebuah turunan tajam hingga kerap disebut memiliki tingkat elevasi seperti air terjun. Jika pembalap tidak cermat dalam memanaskan sisi kanan ban setelah melalui trek Sachsenring yang didominasi oleh tikungan ke kiri, melibas tikungan 11 bagaikan mengikuti paralayang tanpa memakai parasut. Tikungan tersebut juga telah membuat Andrea Dovizioso terjatuh hebat hingga merusak sasis baru yang dibawa Ducati. Karenanya, Dovi tidak akan bisa mencoba rangka baru itu pada akhir pekan ini, apalagi Ducati tidak menyediakan rangka baru cadangan untuk akhir pekan ini. Andrea Iannone dan Cal Crutchlow juga menjadi korban keganasan tikungan 11. Kedua pembalap nampaknya tidak mengalami cedera serius, tetapi Crutchlow, yang juga sempat terjatuh di FP1, mengalami luka memar pada lengan dan dada.

Kontras dengan ketidakberuntungan yang menerpa sebagian pembalap, Stefan Bradl mampu menjadi rider tercepat pada sesi latihan bebas kedua di tanah kelahirannya. Ia bisa mengalahkan catatan waktu duo pembalap Honda pabrikan dan duet rider Yamaha Factory. Walaupun ini masih hari pertama latihan, namun hal tersebut cukup ampuh untuk menghibur penonton yang memadati Sachsenring. Tentunya hal tersebut menggandakan kepercayaan diri dan motivasi Bradl untuk bisa tampil maksimal di depan publiknya.
Absennya Lorenzo menjadi kesempatan emas bagi Dani Pedrosa untuk memperlebar keunggulan poin di klasemen. Di Assen Pedrosa gagal memanfaatkan cedera Lorenzo untuk meraup poin ekstra dalam perebutan gelar juara dunia musim ini. Sekarang Pedrosa takkan menyia-nyiakan kans yang sudah ada di depan mata untuk memenangkan balapan Minggu ini. Terlebih ia dikenal jago dalam menaklukkan Sachsenring yang ia kuasai selama tiga tahun terakhir.

Valentino Rossi mengaku bahwa kemajuan settingan pada motor M1 dapat kembali ia rasakan pada trek Sachsenring. Seperti biasanya, Rossi agak kesulitan untuk membalap ketika suhu trek memanas. Namun secara keseluruhan ia mengklaim memiliki kecepatan yang bagus dan stabil. Satu-satunya kekhawatiran Rossi adalah pemilihan jenis ban asimetris yang dibawa Bridgestone untuk balapan Hari Minggu.

Tak hanya pemilihan ban, kondisi cuaca yang tak menentu juga patut diwaspadai, dan jangan lupakan Marc Marquez yang pernah memenangkan balapan Sachsenring di kelas 125cc dan dua kali di kelas Moto2.
Full Tale

Superhero Jorge Lorenzo



“Pahlawan sesungguhnya pada balapan kali ini adalah Lorenzo,” kata Valentino Rossi usai memenangkan balapan MotoGP Assen. Memang, kala itu rekan setimnya, Jorge Lorenzo mampu mengalahkan rasa sakit akibat cedera tulang selangka yang dideritanya hingga ia bisa finish kelima. Padahal rider kelahiran Palma de Mallorca tersebut absen pada sesi kualifikasi yang mengharuskannya untuk memulai race seri ketujuh dari grid ke-12.

Semangat Jorge Lorenzo untuk mempertahankan gelar juara dunia pada musim ini terbukti melalui perjuangannya agar dapat diijinkan mengikuti 26 lap balapan MotoGP Belanda setelah hanya 36 jam menjalani operasi tulang selangka kirinya yang cedera akibat terjatuh hebat ketika melakoni sesi latihan bebas.


“Banyak orang menyebut saya gila, tetapi saya masih waras. Saat saya mengetahui kalau saya mampu mengikuti balapan, saya mencobanya,” kata Lorenzo.


Nyali besar yang dimiliki Lorenzo diacungi jempol oleh para rivalnya. Dani Pedrosa yang pernah mengalami cedera yang sama memerlukan waktu cukup lama untuk mengembalikan performanya seperti sedia kala. Setelah mengetahui Lorenzo bisa finish kelima meski dibalut cedera hanya dalam waktu singkat usai berbaring di meja operasi, Pedrosa mengatakan, “Saya angkat topi buat dia.”


Perjuangan Lorenzo untuk bisa menyelesaikan balapan tidaklah mudah. Fisiknya terkuras, apalagi dengan adanya tikungan-tikungan yang mengharuskan ia untuk berganti arah, sehingga tidak ada waktu yang cukup sepanjang race untuk mengistirahatkan bahu dan anggota badan lainnya. Apalagi, trek lurus di Sirkuit TT Assen terbilang pendek. Untuk itulah para pembalap dituntut untuk memiliki mental baja dan stamina prima untuk melakukan pengereman, menikung dan berakselerasi yang menjadi tantangan tersendiri, khususnya untuk Lorenzo.


“Sangat sulit untuk menyalip pembalap lain. Saya cukup berani untuk menyalip pembalap lain pada lap-lap pertama. Pertengahan hingga akhir balapan merupakan saat-saat yang sangat sulit. Saya tidak bisa melakukan lebih untuk bisa menyelesaikan balapan,” jelas Lorenzo.


Jerih payah Lorenzo tak sia-sia. Ia hanya tertinggal dua poin dari Pedrosa di klasemen sementara. Apalagi, Pedrosa hanya mampu meraup 13 poin setelah finish keempat karena tak dapat membendung kecepatan Marc Marquez dan Cal Crutchlow untuk berdiri di atas podium. Kini perebutan gelar juara dunia semakin terbuka, dan Lorenzo menyebut finish kelima pada balapan kali ini lebih baik ketimbang semua kemenangan yang berhasil ia dapat sebelumnya.


Perjuangan Lorenzo mendapatkan penghargaan dari timnya yang menyambutnya dengan tepuk tangan di pit Yamaha usai dirinya mengikuti balapan yang melelahkan. Lorenzo tak dapat menahan air mata dalam peristiwa yang mengharukan tersebut. Walaupun publik menyebutnya sebagai seorang pahlawan pada balapan Assen, namun Lorenzo mengelak dan ia berkata: “Pahlawan adalah orang-orang yang selalu bekerja keras setiap bulannya, sedangkan saya dibayar untuk melakukan semua ini.”


Full Tale

Assen Ditakdirkan Untuk Valentino Rossi

Balapan MotoGP Assen yang berlangsung pekan lalu memang sudah ditakdirkan menjadi milik Valentino Rossi. Berbagai drama yang terjadi sepanjang akhir pekan GP Belanda memuluskan langkah The Doctor untuk kembali menapaki podium teratas. Rossi kembali menemukan jati diri yang membuatnya bisa mengakhiri paceklik kemenangan setelah 46 seri balapan ia gagal berdiri di podium teratas. Fakta yang lebih menghebohkan ialah bahwa pembalap yang memakai nomor motor #46 tersebut sukses memenangkan race ke-80 di kelas premier setelah meraup 4646 poin, yang terhitung sejak balapan GP Malaysia 2010 yang merupakan kemenangan terakhirnya di kelas MotoGP.
Selengkapnya, baca di sini
Full Tale

Preview MotoGP Assen, Belanda

Balapan MotoGP Assen pada Hari Sabtu wajib untuk disaksikan, apalagi setelah terjadinya banyak drama yang membumbui jalannya sesi latihan bebas dan kualifikasi. Akhirnya Cal Crutchlow berhasil meraih pole position pertamanya di kelas MotoGP, sekaligus menjadi rider satelit pertama yang memulai balapan dari grid terdepan pada musim ini. Crutchlow mengatakan bahwa pole yang ia dapat bukanlah pole position yang spesial. Ini dikarenakan Jorge Lorenzo (pembalap yang biasanya menjadi acuan Crutchlow perihal kecepatan dan konsistensi) absen dari sesi kualifikasi setelah terjatuh hebat pada Free Practice kedua, yang mengharuskannya untuk menjalani operasi tulang selangka di Bercelona pada Jumat pagi. Operasi yang disebut cukup kompleks oleh dokter bedahnya itu dinyatakan sukses. Karena proses operasi yang cepat, Yamaha mengumumkan kalau Lorenzo akan terbang kembali ke Assen untuk "menghabiskan waktu bersama timnya pada akhir pekan ini". Ini berarti Lorenzo bakal mencoba untuk menjalani pemeriksaan medis sebelum balapan esok (29/6) yang akan menentukan apakah ia dipebolehkan untuk mengikuti race. Jika ia diperbolehkan untuk membalap, maka Lorenzo akan memulai balapan dari grid ke-12. Mengapa bukan dari posisi buncit? Padahal sang juara dunia musim lalu itu tak mengikuti sesi kualifikasi? Lorenzo diselamatkan oleh catatan waktu terbaiknya di free practice yang membuatnya secara otomatis masuk di sesi kualifikasi babak kedua, dimana dua pembalap tercepat bertarung memperebutkan pole. Sementara Cal Crutchlow memiliki keyakinan bahwa ia bisa memenangkan balapan pada musim ini. Apakah momen tersebut akan benar-benar terjadi besok? Ia masih harus menaklukkan Marc Marquez, Dani Pedrosa dan Valentino Rossi. "Saya menantikan balapan esok dengan pede, yang semoga menyuguhkan pertarungan sengit buat para fans," kata Crutchlow yang menjadi rider Inggris pertama yang merebut pole sejak Jeremy McWilliams terakhir kali melakukannya pada musim 2002 lalu.

Seperti halnya Lorenzo, Marquez juga terjatuh hebat pada sesi latihan yang membuatnya mengalami cedera tangan dan kaki serta memar di beberapa anggota badan. Pembalap rookie itu mengaku masih merasakan rasa sakit di beberapa bagian tubuhnya, walaupun hal tersebut tak menghalanginya untuk mengamankan posisi start kedua. Sedangkan team-matenya, Dani Pedrosa juga sempat terjatuh di sesi kualifikasi hanya lima menit sebelum perebutan posisi terdepan usai. Hal ini menyebabkan pembalap Repsol Honda itu gagal mengamankan barisan depan dan harus puas start kelima.

Lagi-lagi Rossi tak dapat mengamankan front row. Rider Yamaha tersebut diharuskan memulai race dari posisi keempat dan catatan waktunya hanya 0.123 detik lebih lambat dari Stefan Bradl yang akan start dari grid ketiga. Namun tampaknya Valentino Rossi memiliki peluang besar untuk naik podium ataupun memenangkan balapan pada Hari Sabtu yang masih belum diketahui bagaimana kondisi cuacanya. Jika Lorenzo absen, maka Rossi merasakan adanya tekanan dari pihak Yamaha, karena The Doctor merupakan satu-satunya harapan tim Yamaha Factory untuk bisa mengalahkan gank Repsol Honda. Namun yang paling penting bagi Rossi saat ini adalah memanfaatkan kesempatan start dari posisi empat (yang merupakan start terbaiknya sejak GP Valencia 2010) dan menguji apakah kemajuan pada performa motor Yamaha M1 memang benar-benar membuahkan hasil. Di tes Aragon pekan lalu, Rossi mengaku telah menemukan terobosan besar perihal performa tunggangannya ketika melakukan pengereman, dimana masalah tersebut menggagalkannya untuk bisa naik podium di empat seri terakhir. Rossi merasa sedikit kecewa tak dapat menembus tiga besar di kualifikasi, tetapi "Saya merasa senang dengan kecepatan dan performa saya dan saya merasa nyaman terhadap settingan motor," ujar Rossi.

Namun Stefan Bradl patut diwaspadai. Pembalap LCR Honda tersebut mengaku merasakan perbaikan pada front end motornya, apalagi setelah rider yang bakal start dari posisi tiga tersebut beralih mempergunakan rem depan Brembo untuk mengeliminasi sejumlah problem pada bagian depan motor RC213V nya. Selain itu, jika balapan berlangsung pada kondisi lintasan basah, pembalap Ducati tentunya menjadi ancaman serius walau mereka kesulitan untuk tampil kompetitif pada saat trek kering. Sedangkan Valentino Rossi berharap balapan akan berlangsung di atas trek kering ataupun basah total. Ia tak menginginkan 26 lap balapan diselenggarakan di trek basah yang mengering dimana resiko untuk terjatuh sangat besar.

Full Tale

Pantau Postingan Terbaru via Email